SANG PENJAGA
Saat cipratan darahmu
tertumpah membasahi tanah, tempatmu berpijak…
Saat peluru-peluru anjing
penjaga para perampok menembus tubuhmu malam itu,
Alam yang selama ini jadi
sahabatmu berduka…
Tanah dan gunung yang kau
sapa Ibu
Menangisimu dalam keperihan
dan duka tak terhibur,
Kau, Sang Penjaga
Ibu, menunjuk ADA-mu dengan berdiri tegar, tegak menentang badai ketamakan para
penjarah asing dan maling bermuka manusia dari negerimu …..
Keberadaanmu kau teriakan
dengan lantang pada dunia bahwa kaulah Sang Penjaga Tanah Berkat dari …
Pencuri
Penjarah
Perampok
Takdir sebagai Sang Penjaga
telah kau pilih dan buktikan,
Belantara beratap langit kau
jadikan rumah ganti kehangatan rumah beratap alang atau seng
Rumput liar, dan buah-buahan
hutan menjadi makananmu, ganti kelezatan makanan berminyak
Idealisme bukan penuntun
langkahmu, namun cinta pada kehidupanlah yang menerangi nurani dan menguatkan
tekadmu …
Kehadiranmu memberi arti
bagi kami,
Mereka boleh menyebutmu…..
Teroris……
Pemberontak ….
Pengganggu Keamanan …
Separatis …
Namun bagi Kami anak kandung
Sang Ibu, Kau adalah:
Sang P e n j a g a
P a h l a w a n
P a t r i o t B a n g s a
Terima Kasih dan selamat
jalan Pahlawan Bangsa !!!
Perjuanganmu takkan padam
sia-sia
Sang Ibu masih punya Penjaga
yang akan meneruskan impianmu memotong rantai belenggu yang menghimpitnya….
SELAMAT JALAN, Sub
Commandante Kelly Kwalik…..!!!
Camp
Wolker, `
Ronda Aurora